⛰️ Kesehatan

Penyakit Ketinggian pada Pelari Gunung: Gejala, Pencegahan, dan Kapan Harus Turun

Banyak lomba skyrunning di Alpen melintasi ketinggian di atas 2.500 meter. Pada ketinggian ini, tekanan oksigen lebih rendah dan sebagian orang dapat mengalami penyakit ketinggian, bahkan atlet yang sangat bugar sekalipun.

01Gejala yang Perlu Dikenali

Acute mountain sickness (AMS) biasanya ditandai sakit kepala disertai mual, kehilangan nafsu makan, pusing, kelelahan berlebihan, dan sulit tidur. Gejala umumnya muncul beberapa jam setelah tiba di ketinggian.

02Faktor Risiko

Naik terlalu cepat ke ketinggian, riwayat penyakit ketinggian sebelumnya, dan langsung beraktivitas berat tanpa aklimatisasi meningkatkan risiko. Kebugaran fisik tidak menjamin seseorang terbebas dari AMS.

03Aklimatisasi dan Pencegahan

Datang ke lokasi lomba beberapa hari lebih awal, lakukan latihan ringan di ketinggian, cukupi cairan, dan hindari alkohol. Prinsip "naik tinggi, tidur rendah" sering digunakan pendaki untuk membantu adaptasi.

Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat pencegah penyakit ketinggian, terutama bila memiliki kondisi medis tertentu.

04Tanda Bahaya: Segera Turun

Kebingungan, jalan sempoyongan, sesak napas saat istirahat, dan batuk berdahak berbusa dapat menandakan kondisi serius seperti edema otak atau paru akibat ketinggian. Turun segera dan cari pertolongan medis. Dalam lomba, laporkan kepada marshal atau tim medis terdekat.

Mitra media Artikel ini merupakan kolaborasi konten bersama mediakesehatan.org. Lihat kalender dan informasi seri lengkap di beranda Austria Skyrunner Series.
#penyakit ketinggian#acute mountain sickness#aklimatisasi#lari ketinggian#media kesehatan

Informasi bersifat umum. Lari gunung memiliki risiko; konsultasikan kondisi kesehatan Anda dan ikuti regulasi resmi setiap lomba.

D
Dimas Arya Pratama

Kontributor redaksi Austria Skyrunner Series yang meliput skyrunning, lari gunung, perlengkapan, dan budaya Pegunungan Alpen.